Suatu pagi yang mendung, awan gelap mulai menyelimuti sebuah kota. Mendung yang sangat menguji seberapa besar keinginan seseorang untuk menata masa depan. Setiap tetes hujan diiringi hembusan angin dingin begitu menggoda. Akankah dia tetap berada dirumah dengan perpaduan kehangatan antara tempat tidur dan selimut tebal? Atau segera beranjak dan menerjang hujan demi sebuah ilmu yang akan menerangi jalannya dimasa yang akan datang? Dia memilih untuk beranjak dari tempat tidur, mandi, sarapan pagi dan memulai harinya dengan sebuah tekad untuk menuntut ilmu ditengah-tengah hujan yang terus jatuh membasahi permukaan bumi. Dia berkata "Hei tempat tidur dan selimut yang begitu hangat, mungkin saat ini kalian bagaikan nikmatnya surga dunia ditengah musim penghujan. Namun kalian tak akan selamanya menjadi surga dunia jika aku terus bersama kalian dan mengabaikan target masa depan yang sudah aku canangkan". Beberapa saat kemudian, dia sudah siap dengan pakaian seragam kampus yang rapi. Dia berangkat ke kampus dengan mengendarai honda matic bermerk vario dan menggunakan jas hujan yang dibelinya menjelang musim hujan. Tidak peduli lebatnya terjangan hujan yang dilaluinya, dia terus maju demi sebuah ilmu. Tidak peduli betapa menggodanya berada dirumah dan tidur dengan selimut yang melindunginya dari dingin. Dia terus berjuang dan berjuang demi hidup yang lebih baik. Dia yakin dan dia percaya bahwa tidak ada sebuah kerja keras yang berakhir dengan sia-sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar